Alumni STAN Peduli Buku

Buku yang di belikegiatan “Alumi STAN Peduli Buku” dilatarbelakangi oleh sebuah buku keren bejudul “Leaving Microsoff To Change The World” yang ditulis oleh John Wood. Buku tersebut sangat Inspiring sungguh. Tujuan dari kegiatan ini sebenarnya simple sangat, hanya ingin merubah keadaan perpustakaan kampus STAN yang sangat minim koleksi bukunya. Buku-buku yang dimiliki pun hanya berkisar tentang accounting, finance, auditing, pajak, Bea cukai, peanggaran negara, keuangan publik atau turunan-turunannya dari kategori-kategori buku diatas. Bahkan tahun terbitan buku-buku tersebut sangat lama berkisar diantara tahun 1990-2000 sangat jarang buku yang terbitan diatas tahun 2000an.
Alumni STAN Peduli Buku diprakarsai oleh segelintir alumni yang masih peduli dengan kondisi almamater tercinta. Alumni-alumni tersebut adalah Yond Rizal, Wahyudi, Buchori Nahar, Bustanul Maftuhin, Jatmiko E Suminar, Indra Jabrix, Ginanjar P.B, Abdul Gaffur A Dama, Jauhari Agung, Hangga S.P dan alumni-alumni lain yang banyak memberikan saran dan bantuan. Kerja keroyokan oleh para alumni ini menunjukkan semangat persaudaraan dalam ikatan alumni sebagai bentuk rasa terima kasih terhadap almamater yang telah berjasa didalam pembentukan karakter dan pendidikan.

Baca entri selengkapnya »

Perjalanan Seorang Apunk

Temen gw, yang bernama Abdul Gaffur A Dama aka Apunk (manusia jarang mandi, suka bangun kesiangan, jarang nyuci tapi baik hati dan jarang menabung, karena sering nraktir) telah melakukan perjalanan yang dari kacamatanya dia (halah…) Luuaarrr Biaaasssaaa…!!! Perjalanan dia dari Jakarta yang kebanjiran, landing di surabaya buat ngorok, lanjut ke malang buat makan bakso bakar…. (Padahal disini khan ada tinggal beli bakso trus minta bakarin di warung satenya Pa Mardi) Balik lagi ke Jakarta yang masih kebanjiran. Perjalanan Epik ini ditempuh dalam kurun waktu kurang lebih 3 hari 3 malam (lebih lama biksu tonk bersama genknya mencari kitab suci kebarat). Seperti cerita epik pada umumnya si Apunk mengalami berbagai hambatan dan tantangan, baik yang bersifat tantangan fisik, mental, bathin, lahiriah, jasmaniah, kebulatan tekad, memecahkan rumus integral dan difrensial sampai ketemu “tenaga ahli” (dalam tanda kutip) mabes TNI. Ada juga hambatan yang berasl dari alam, Hujan yang menggelegar, guntur yang deras, kilat yang menyambar, Banjir yang bak bah, Pesawat yang di delay, sampai tragedi teroris yang menyamar menjadi penumpang pesawat… Syukur juga sich hambatan alamnya ngak terlalu berarti, bayangin aja kalo hambatannya berupa ban pesawat yang bocor atau sayap pesawat yang patah gara-gara ketabrak burung Garuda, pasti judulnya bukan Perjalanan Epik seorang Apunk, tetapi Legenda Seorang Apunk… Untuk cerita lengkapnya ada disini

Baca entri selengkapnya »

She loves Me Or She Loves Me Not?

Apa tanda-tanda yang akan di tunjukkan oleh seorang wanita jika dia mulai mempercayai dan menyukai anda?

asmirandah_ow_631_full.jpg
Lalu tanda-tanda apa yang akan dia gunakan agar anda, para kaum adam menyatakan cinta kepadanya????

“Menggantung Impian”

Kebakaran telah melanda jiwa

adalah impian berupa puncak,

jeram, bahkan kesunyian goa yang terdalam

melambungkan angin

menghidupkan fantasi-fantasi khayalan

laksana bintang di tengah lautan, impian adalah sebuah tujuan…

Jalan semakin terjal, menanjak sampai merangkak,

terbiaskan oleh kabut, semakin larut dan hilang bak deburan ombak

Impianku telah mati gantung diri……

dengan seutas tali diantara langit-langit rumah..

Ya!!! ia telah mati….

Mereka adalah pembunuhnya…

membunuh nyala api dengan kabut dan ombak…

Menghantam dan meng-absurd-kan jejak

membuat dia terpaksa gantung diri dan mati…

sial dengan kalian ombak…

sial dengan kalian kabut….

impian telah mati

jejak telah hilang…

dan arah menjadi semu…

PERAN DEPARTEMEN KEUANGAN DALAM “CLIMATE CHANGE”

Mukadimah
Departemen Keuangan (Depkeu) sebagai sebuah instansi pemerintah yang memiliki kekuasaan dalam bidang moneter dan fiskal, mempunyai pengaruh yang sangat besar didalam pengeloalaan negara. Depkeu melalui Badan Kajian Fiskal dan Direktorat Jenderal Perpajakan dapat membuat sebuah regulasi perpajakan dan menjalankanya, melalui BAPEPAM dan LK diatur mengenai persyaratan agar sebuah perusahaan dapat “listed” di Bursa Efek Jakarta (BEJ).
Pada tanggal 3-14 Desember 2007 akan dilaksanakan Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (UN Climate Change 2007) di Nusa Dua, Bali. Perubahan iklim telah menjadi isu dunia yang sangat penting, bahkan seorang Kevin Rudd memenangkan pemilihan perdana menteri Australia dengan mengangkat dua isu utama, salah satunya isu pemanasan global. (KOMPAS 26/11/2007). Hal ini menunjukkan sudah saatnya pemerintah Indonesia (melalui Depkeu) mulai peduli terhadap lingkungan. Dengan menerapkan regulasi-regulasi yang berbasis lingkungan.

Isi

BAPEPAM dan LK sebagai sebuah unit eselon I memiliki tugas untuk membina, mengatur, dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang lembaga keuangan, sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh menteri keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jika menganut kepada Dow Jones Sustainability Index (DJSI), yang mengharuskan setiap perusahaan yang akan listed di Dow Jones Stock Market harus menyertakan Sustainable Reporting, dimana di Sustainable Reporting tersebut akan di sajikan mengenai kebijakan perusahaan terhadap lingkungan, maka BAPEPAM dan LK sudah menerapkan hal tersebut dalam Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan nomor: KEP-134/BL/2006 tentang kewajiban penyampaian laporan tahunan bagi emiten atau perusahaan publik, khususnya pada peraturan Nomor X.K6, tetapi hal itu saja tidak cukup. Sebaiknya BAPEPAM dan LK memiliki kriteria yang jelas mengenai perusahaan yang dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan. Misalnya perusahaan yang menerapkan MBIs (Market Base Instruments) atau Environmental Pricing Reform (EPR) dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang perduli terhadap lingkungan. Inilah yang disebut dengan regulasi yang berbasis lingkungan.

Badan Kebijakan Fiskal yang bertugas untuk melaksanakan analisi di bidang fiskal dan Direktorat Jenderal Perpajakan yag bertugas untuk melaksanakan regulasi di bidang perpajakan. Kedua instansi tersebut sama-sama memiliki kewenangan di bidang fiskal. Kewenangan tersebut memberikan mereka hak untuk memungut pajak, menetapkan peraturan perpajakan, memberikan insentif dan bahkan keringanan di bidang perpajakan. Regulasi yang berbasis lingkungan versi BKF dan DJP adalah dengan cara memberikan insentif dan keringanan dalam bidang perpajakan bagi perusahaan yang perduli terhadap lingkungan. Perusahaan-perusahaan yang perduli terhadap lingkungan artinya perusahaan yang memiliki kebijakan untuk menjaga kestabilan lingkungannya. contoh kebijakan tersebut misalnya mengkonversi gas buangan dari kegiatan produksi, membangun taman-taman di atap gedung perusahaan tersebut, dll. Sehingga diharapkan dengan adanya insentif dan keringangan perpajakan, maka perusahaan akan berlomba-lomba untuk peduli terhadap lingkungan, walaupun dengan motivasi untuk mendapatkan insentif tersebut.

Penutup

Sebenarnya apabila ditilik lebih lanjut, penyumbang terbesar gas CO2 (salah satu dari enam gas rumah kaca) adalah kegiatan industri, oleh karena itu Depkeu melalui kewenanganya dalam bidang fiskal dan moneter tidak dapat bertindak sebagai single fighter dalam memerangi isu tersebut. Dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak dan regulasi berbasis lingkungan yang komprehensif dan holoistic. Lebih dari pada itu perubahan iklim, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab pihak swasta, masyarakat luas, anggota legislatif dan yudikatif. Masalah ini bukan masalah siapa-siapa,tetapi masalah kita semua.

Posko STAPALA

Saat ini saya sedang berada di posko STAPALA (pecinta alam kampus STAN) jam sudah menunjukkan pukul 04:11 pagi, ada si Jatmiko alias Israel yang ngomongnya ngak pernah jelas lagi maen PS ma Gobog alias endjivanhouten si manusia ikal yang jarang mandi, keliatannya si jamitko kalah mulu, maklum kemampuan lemah. Di Balik lemari yang penuh dengan alat-alat kepecintaalaman, seperti tenda, carier, kernmantel, duit. perhiasan emas, de el el, terbaring si kadal aka sebastian, entah dia tidur ato pingsan, ngak ada nafas, ngak ada bunyi, hanya tangannya yang sekali-sekali menepuk paha, wajah, dan lengannya yang lain karena gigitan nyamuk haus darah. Ditengah posko terbaring seorang monster bertenaga super, masih dalam posisi tidur, kali ini dia beneran tidur karena mendengkur. Dwi udiktya namanya. Di sudut kiri posko ada mbah terong tidur dengan balutan Sleeping Bag. dengan tubuh gempalnya kadang dia miring kekiri, kadang kekanan hampir menyerupai seekor ulat yang akan menjadi kepompong. Sayang dengan bentuknya yang tidak rupawan bulat lebih menyerupai cacing kepanasan dibanding kepompong. Tepat didepan saya terbaring dua manusia lainnya, ada eko perkap, kenapa perkap??? karena si eko kalo di kepanitian selalu ngambil bagian di bidang perlengkapan. Tepat disebelah eko dengan posisi dada disilangkan ke tangan tangan disilangkan di depan dada, terbaring gumo’ong, bagi para pecinta serial cina legendaris sung go kong, pasti tidak asing dengan nama itu, nama siluman kerbau. ya… begitulah gumo’ongnya STAPALA ini, berhidung kerbau dengan dua buah lubang hidung gede-gede kaya jempol kaki.

Posko STAPALA adalah basecamp atau istilah kerennya “sekretariat mapala Kampus STAN” hanyalah sebuah ruangan di Gedung G yang berukuran 8 X 5 meter. Berisi 3 buah lemari alat, 1 kabinet divisi,banyak tas dayback yang digantung, dan foto-foto jaman jebot yang menggambarkan kedigdayaan STAPALA jaman dulu. Diruangan inilah kami berbagi bersama anggota STAPALA lain. Saudara-saudara kami, ayah ibu kami, sahabat-sahabat kami, bahkan teman terbaik kami ada disini. Kebersamaan yang terjalin ibarat air sungai yang terus mengalir, saling mengisi dan memahami, membuat kami, para anggota STAPALA semakin menjadi manusia (baca Dewasa). Posko STAPALA bukan hanya sekedar tempat nongkrong buat kami atau tempat kongkow-kongtow, tapi lebih merupakan sebuah rumah kedua, rumah yang selalu akan kami kunjungi ketika lelah, tempat kami merasa aman, dan terutama tempat kami yang nyaman.

Apa yang membuat kami rela berdesakkan hanya untuk menikmati tidur bersama diSTAPALA bahkan sambil ditemani nyamuk-nyamuk haus darah? STAPALA bukan hanya sekedar organisasi pecinta alam, melainkan sebuah keluarga, kemana lagi kami akan pulang selain ke keluarga kami? ya STAPALA adalah keluarga. Tempat dimana kami dapat menumpahkan segalanya, tempat kami menjadi apa adanya, tempat kami menjadi dewasa karena prolematika yang ada. STAPALA mengajarkan saya sebuah komitmen, loyalitas dan identitas untuk menjadi sebuah manusia. Dengan berkarya kepadanya, dengan berkegiatan atas namanya, dan dengan mengorbankan waktu, tenaga, pikiran demi STAPALA saya menjadi dewasa.

Tidak terasa telah tiga tahun saya menjadi anggota STAPALA dengan memegang Nomor SPA 758/SPA/04. Tidak terasa sudah tiga tahun punya keluarga dikampus ini, dan tidak terasa juga waktu tiga tahun itu membuat saya berat untuk meninggalkan STAPALA. Sudah saatnya saya beranjak ke dunia kerja, mengabdi sebagai abdi negara, bekerja, dengan membawa semua ilmu STAPALA, Sudah saatnya saya berpisah dengan saudara-saudara saya dikampus, terasa berat sobat, sungguh terasa berat sobat untuk berpisah bersama kalian. Semua perjalanan yang pernah kita lalui, waktu yang dihabiskan bersama, tawa yang dibagi dan makanan yang diberi, tap hidup harus terus berjalan seperti angin yang akan terus berlalu. Bukan selamat tinggal yang saya ucapkan, tapi sampai jumpa. Smapai jumpa dan saya dengan sangat bangga akan berkata bahwa saya anak STAPALA.

Babak Baru Kehidupan

Sebuah babak baru kehidupan akan dimulai

Dengan meninggalkan babak yang lama…

Sahabat menjadi terbagi, Kekasih akan berpisah

Terasa seperti angin yang menggugurkan dedaunan

Jatuh dan berganti dengan dedaunan yang lain.

Ombak pun akan berpisah dengan lautan

dan akan berjumpa dengan pantai.

Kehidupan pun berjalan demikian,

Seperti dedaunan yang berguguran dan ombak yang beriak

Akan berjalan bersama angin dan bertemu dengan pantai.

Sudah lama angin merasakan dahaga…

bukan karena lelah, tetapi karena cinta

mencintai mereka para dedaunan dan lautan yang maha luas.

dan angin pun berkata ’sampai jumpa aku rindu kalian semua’

Janji Yang Hampir TERlupakan

Ketika saya membuka website angkatan XII SMA Taruna Nusantara. Di halaman depan pasti akan ditemui sebuah puisi yang ditulis oleh teman saya yang bernama Kurnia Purnawati (PeWe). Puisi saat saya baca selalu membuat hati ini rindu akan masa-masa SMA yang penuh dengan gejolak darah muda, yang penuh dengan masa pencarian jati diri, tujuan hidup, cinta, bahkan persahabatan dan pemberontakan.

Ada satu bait di puisi itu yang maksudnya kurang lebih seperti ini:

Kita pernah jatuh sama-sama

Kita bangun sama-sama

Dan kita terbang sama-sama

Maka terbanglah dan aku akan mengikutimu di belahan bumi yang lain.

Baca entri selengkapnya »

Civil Servant

Entah kenapa kata-kata Civil Servant yang diucapkan oleh bang Naufal begitu bergema di hati saya. Mungkin karena terhitung semenjak tanggal 19 september 2007 melalui keputusan direktur Sekolah tinggi Akuntansi Negara.. Saya di tetapkan sebagai calon Pegawai Negeri di Departeman Keuangan. Dengan IPK 3,07 saya menempati peringkat 134 dari 142 lulusan spesialisasi Akuntansi Pemerintahan yang ditempatkan di Departemen Keuangan.

Sungguh merupakan kebanggan yang sangat besar bagi saya, keluarga saya dan kerabat-kerabat saya untuk berbakti sebagai penjaga benteng keuangan negara. Ada hal yang sampai saat ini masih saya pikirkan, mengenai bagaimana cara bekerja, mempertahankan idealisme dan prinsip dalam bekerja.

Baca entri selengkapnya »

Memilih Diantara Depkeu, BPK dan BPKP

Setelah pusing menghadapi ujian Komprehensif tertulis, Saat ini mahasiswa tingkat III Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) spesialisasi Akuntansi Pemerintahan kembali dipusingkan oleh formulir pemilihan instansi.

Pusing karena pilihan yang diberikan semuanya bagus-bagus, mahasiswa tingkat III diharuskan memilih 3 pilihan dari 3 pilihan yang ada berdasarkan skala priortas yang kami ingingkan. Hal ini disebabkan oleh dikeluarkannya Permenkeu No 18 Tahun 2007. Sebelum permenkeu ini diterbitkan, mahasiswa tingkat III diharuskan memilih 3 pilihan dari sekitar 7 sampai 9 pilihan, karena depkeu dirunut lagi sampai ke tingkat eselon satu, seperti Direktorat Jenderal Perpajakan, Direktorat Pelaksana Anggaran, dan direktorat-direktorat lainnya. sedangkan untuk saat ini hanya ada 3 pilihan. Pilihan-pilihan tersebut adalah:

1. Departemen Keuangan

Depkeu dengan renumerisasinya cukup mengiurkan, apalagi prospek karir kedepan yang cukup menjanjikan dan mayoritas lulusan STAN memang masuk ke departemen keuangan. Kekurangan dari bekerja di departemen keuangan adalah kesempatan sekolah yang dibatasi dan peraturan-peraturan pelaksana yang sangat tidak menguntungkan bagi para PNS berNIP 06 yang tugas belajar.

2. Badan Pemeriksa Keuangan.

BPK sebagai lembaga tinggi negara memiliki kekuatan yang luar biasa dalam melakukan audit, hal ini menjadi salah satu daya tarik BPK untuk dimasuki, daya tarik yang lainnya adalah kesempatan belajar yang sangat terbuka lebar bagi para PNS BPK, walaupun BPK sebagai lembaga tinggi negara, tetapi penghasilan yang ditawarkan masih sangat rendah dibandingkan dengan renumerisasinya depkeu. Penghasilan tersebut tidak sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab yang diemban oleh para auditor BPK.

3. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan

Menurut Saya, BPKP kurang diminati oleh mahasiswa tingkat III. Hal ini disebabkan karena semakin kecilnya ruang lingkup pemeriksaan, tetapi kesempatan yang diberikan untuk melanjutkan pendidkan lebih terbuka jika dibandingkan dengan Depkeu. dari segi penghasilan BPKP masih berada jauh dibawah depkeu.

Baca entri selengkapnya »

« Tulisan sebelumnya