Apa yang lu pikirin ketika lu sedang berada di kantor yang terletak pada lantai paling atas dan ngelihat keluar?
Apa yang lu pikirin ketika lu melihat orang2 diluar gedung berjalan
bagaikan semut yang kecil, kepanasan dan berdesak-desakkan
sementara lu lagi dikantor kedinginan karena AC?
Apa yang lu pikirin ketika lu ngelihat masjid dan musholla di kejauhan
dan mereka berada dibawah lu, kecil dan tertutupi oleh gedung-gedung yang megah?
Apakah lu ngerasa bahwa lu hebat?
apakah lu ngerasa bahwa lu berada didunia yang berbeda?
atau malah lu ngak ngerasain apa-apa?
Yang gw rasain adalah keterasangin, terkucilkan dan jauh dari dunia. Gw berada dalam suatu lingkungan kerja yang jauh dari dunia, padahal gw bekerja demi dunia, kenapa gw harus djauhkan dari dunia. Apakah dunia gw hanya dinding, kaca dan beton-beton yang di tempa. Gw bingung harus berkata apa. Yang ada dikepala gw sekarang bagaimana cara bekerja. Bekerja berarti makan dan makan berarti bertahan untuk hidup. Hidup demi dunia. Sebuah “paradoks” yang nyata, bahwa kita belum bisa peka akan kebutuhan orang-orang disekitar kita (baca dunia)

Ra! berkata,
Juli 30, 2007 pada 2:27 pm
simpel aja, gw merasa beruntung