Saat ini Indonesia telah berumur 62 tahun. Kalau indonesia adalah umat Nabi Muhammad SAW. Maka ia pastilah sudah sangat tua. Idealnya umur seorang umat Muhammad adalah 63 tahun. Itu berarti Indonesia sudah hampir mendaki akhir usianya. Indonesia bukan seorang manusia, Indonesia juga bukan umat Nabi Muhammad, Tapi Indonesia memang semakin mendekati ajalnya. Ajal sebagai sebuah bangsa. Indonesia adalah sebuah bangsa yang lahir 62 tahun silam. Selama perjalannya dia telah sakit berkali-kali. Di usianya yang masih sangat muda, dia sakit karena tragedi G30S PKI dan krisis moneter, sakit karena gerakan ganyang Malaysia, dan sakit lagi karena krisis moneter di asia.
Sekarang, apakah ia telah bangkit? Telah bangkit atas keterpurukan di masa lalu?
Indonesiaku masih sakit, belum benar-benar bangkit. Ia masih menderita penyakit “gaib”, penyakit yang tidak nampak. Bukan batuk, bukan flu juga bukan kanker. Penyakitnya adalah sebuah paradigma yang semakin memudar. Penyakitnya bukan disebabkan oleh santet, pelet atau sirep, penyakitnya disebabkan karena ia tidak menjaga jiwanya.
Pradigma yang menjadi jiwanya telah mulai hilang karena sinetron di SMU ada cinta, lika-liku laki-laki ngak laku-laku, kawin muda. Ia kehilangan jiwanya karena adik kita, temen kita tidak menonton nagabonar jadi 2, Denias, atau Daun diatas bantal. Adik kita tidak seperti anak-anak kecil dijepang yang percaya bahwa jepang akan menjadi juara dunia sepokbola karena “ada Tsubasa”. Ia kehilangan jiwanya karena pejabat negara yang korupsi dan para pejabat swasta yang memberi korupsi. Ia seperti ini karena kita.
Ya! Karena kita, kita yang melanggar lampu merah, menyogok pak polisi agar damai saja. menghakimi para copet yang tertangkap. Ia seperti ini karena KITA. Apakah Indonesia hanya sebelas orang yang ada dilapangan sambil memperebutkan bola dengan Qatar, Arab Saudi, dan Kor-Sel? Bukan! Karena Indonesia adalah kamu, saya, kita semua.
Ia adalah kita, Kita yang melanggar lampu lalu lintas, kita yang menyogok atau disogok. Maka selamatkanlah Indoneia, selamatkanlah ia mulai dari diri anda.
KARENA ANDA ADALAH INDONESIA
selamat hari merdeka untuk anda

ebOL790 berkata,
Agustus 17, 2007 pada 6:02 pm
pernah denger ‘law of attraction?’
yang manusia pikirin dan mengendap dalam pikiran dan jiwanya lah yang akan menjadi takdirnya.
semoga pribadi2 Indonesia adalah pribadi2 yang berpikir positif,
sehingga hal2 positif lah yang akan memperpanjang umurnya sebagai bangsa dan negara serta akan menjadi takdirnya dalam menikmati kemerdekaan semu selama 62 tahun ini.
Merdeka!!
merdeka atau….
tidak merdeka?
-ebol790-
el descencanto berkata,
Agustus 20, 2007 pada 2:00 am
yups, negara adalah kita
negara hanyalah sarana, sarana untuk menyalurkan semua hasrat manusianya
setiap jengkal tanah ini telah diperjuangkan dengan darah dan airmata.
darah dan airmata manusia Indonesia yang memiliki hasrat untuk merdeka.
dan semoga hasrat itu masih bersemayam pada jiwa2 kita semua
merdeka!!!!
Apret berkata,
Agustus 22, 2007 pada 11:45 pm
terharu gw wan *nangisbombay*
keren deh lo, sugoi
anyway, i almost despise the existence of the so-called good government, as they acted just like ugly vampiric creature(s) bloodsucking our very entity. so long, Indonesia, so long.
MERDEKA!
ekanurlita berkata,
Agustus 25, 2007 pada 8:20 am
Ah….17 Agustus saya habiskan dengan 3 minggu penuh meeting, lembur tidak berperikemanusiaan (walaupun mungkin sedikit menambah berat pundi-pundi keuangan)… Lalu,tanggal 17, jadi penjuru di tim gerak jalan kantor… mengikuti upacara penurunan bendera di kampung dengan susah payah menahan penat…besoknya, tanggal 18, jadi MC di perayaan 17-an, … besoknya lagi tidur pulas, tanpa sadar bahwa ini sudah merdeka…
begitu saja….
hangga surya prayoga berkata,
Agustus 26, 2007 pada 9:11 pm
Gue sih tenang-tenang aja. Karena Gue yakin Indonesia punya banyak pemuda kaya Marwan “Soekobo” yang berjiwa nasionalis dan mengininkan perubahan.
Langka pertama yang kudu lo lakuin adalah belajar biar gak ngulang kompre lagi….
Reza de Bhro berkata,
Agustus 30, 2007 pada 8:11 am
Anjrot…. ini ente yang nulis ya Wan?
Salud ane ma ente…. dulu kan ente preman jalanan, sekarang tulisannya sugoi, kekeke….
Btw, ane setuju ma ente….
Indonesia adalah kita juga yang di Singapore
kaspo berkata,
Agustus 30, 2007 pada 9:29 am
wah si kobo bisa juga nulis yang aneh-aneh btw blog loe kok ga ada shoutnya..??
link ke blog gw ye…
mriyandi berkata,
September 3, 2007 pada 7:05 am
@ ebol : moga aja bol… banyak orang indo yang mikir positif
@ el descencanto : Hasrat yang kaya gitu dah mulai hilang, gara2 kebanyakan tontonan yang ngak jelas
@ apretz : moga gw ngak jadi kaya gitu pretz, Gw masih inget Triprasetya siswa “memberikan yang terbaik bagi Bangsa Negara dan Dunia”
@ Ka eka : Begitu saja karena ka Eka Hanya memaknai’inya segitu saja. Bagi saya mengikuti upacara penurunan bendera yang ka eka lakuin adalah bentuk penghargaan kaka atas kemerdekaan kita… selamat hari merdeka ka!!!
@ Don Hangga : Gw Udah lulus Kompre… Dapat B lagi…
@ Bro : Moga Kita semua ngak kehilangan rasa Nasionalisme dan Idealisme kita.
@ kaspo : Gw lagi belajar nulis Po.