Memilih Diantara Depkeu, BPK dan BPKP
September 3, 2007 pada 6:32 am (Pertanyaan2 gw)
Setelah pusing menghadapi ujian Komprehensif tertulis, Saat ini mahasiswa tingkat III Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) spesialisasi Akuntansi Pemerintahan kembali dipusingkan oleh formulir pemilihan instansi.
Pusing karena pilihan yang diberikan semuanya bagus-bagus, mahasiswa tingkat III diharuskan memilih 3 pilihan dari 3 pilihan yang ada berdasarkan skala priortas yang kami ingingkan. Hal ini disebabkan oleh dikeluarkannya Permenkeu No 18 Tahun 2007. Sebelum permenkeu ini diterbitkan, mahasiswa tingkat III diharuskan memilih 3 pilihan dari sekitar 7 sampai 9 pilihan, karena depkeu dirunut lagi sampai ke tingkat eselon satu, seperti Direktorat Jenderal Perpajakan, Direktorat Pelaksana Anggaran, dan direktorat-direktorat lainnya. sedangkan untuk saat ini hanya ada 3 pilihan. Pilihan-pilihan tersebut adalah:
Depkeu dengan renumerisasinya cukup mengiurkan, apalagi prospek karir kedepan yang cukup menjanjikan dan mayoritas lulusan STAN memang masuk ke departemen keuangan. Kekurangan dari bekerja di departemen keuangan adalah kesempatan sekolah yang dibatasi dan peraturan-peraturan pelaksana yang sangat tidak menguntungkan bagi para PNS berNIP 06 yang tugas belajar.
BPK sebagai lembaga tinggi negara memiliki kekuatan yang luar biasa dalam melakukan audit, hal ini menjadi salah satu daya tarik BPK untuk dimasuki, daya tarik yang lainnya adalah kesempatan belajar yang sangat terbuka lebar bagi para PNS BPK, walaupun BPK sebagai lembaga tinggi negara, tetapi penghasilan yang ditawarkan masih sangat rendah dibandingkan dengan renumerisasinya depkeu. Penghasilan tersebut tidak sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab yang diemban oleh para auditor BPK.
3. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan
Menurut Saya, BPKP kurang diminati oleh mahasiswa tingkat III. Hal ini disebabkan karena semakin kecilnya ruang lingkup pemeriksaan, tetapi kesempatan yang diberikan untuk melanjutkan pendidkan lebih terbuka jika dibandingkan dengan Depkeu. dari segi penghasilan BPKP masih berada jauh dibawah depkeu.
Mungkin penggunaan kosakata “pusing” diatas mberikan kesan bahwa saya tidak bersyukur atas apa yang saya dapatkan, sementara banyak lulusan S1 yang penganguran, tetapi saya, yang lulusan D3 ditawari untuk memilih instansi tempat saya bekerja. Sungguh bukan itu yang saya maksud. Pusing disini adalah selain karena pilihan tersebut memang sulit, lebih karena kepada besarnya tanggung jawab yang akan kami emban kelak sebagai pegawai negeri. Seperti kata bu menteri Mahasiswa STAN adalah calon “penjaga benteng keuangan negara”, Tanggung jawab yang sebenarnya belum nyata, tetapi sudah selayaknya mulai dipikirkan.
Mohon masukan dari teman-teman mengenai pilihan apakah yang sebaiknya saya ambil dan apa saja yang harus saya persiapkan untuk menghadapi dunia kerja yang penuh dengan tanggung jawab.
Terima Kasih

hsprayoga berkata,
September 3, 2007 pada 10:23 pm
sholat istikharah aja dulu bo… biar yakin milihnya
edratna berkata,
September 4, 2007 pada 7:08 am
Buat matriks dari ketiga pilihan tersebut, tentukan skala prioritas sesuai kompetensi dan keinginanmu…seperti: Prioritasnya apa? Penghasilan tinggi atau kesempatan belajar ke luar negeri?
Setelah itu baru berdoa, memohon agar Tuhan memilihkan yang terbaik bagimu.
Apa yang akan saya pilih, jika ditawari seperti itu (ini bagi saya lho). Saya akan memilih yang mendapatkan kesempatan mengembangkan diri, karena bagi saya kaya bukan tujuan. Saya ingin mempunyai nilai tambah yang berguna bagi masyarakat, dan ini bisa dilakukan jika mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang memadai. Rejeki akan datang sendiri, seiring kerja keras kita.
Semoga Mriyandi bisa mendapatkan pilihan yang sesuai dengan jiwa dan kompetensimu, ini yang penting…
ariefadi berkata,
September 8, 2007 pada 9:41 pm
semoga dimanapun kelak bertugas, dapat memberikan kualitas pekerjaan yang terbaik….
apung berkata,
September 9, 2007 pada 8:51 pm
betul!! tapi sholat yang wajib dulu sebelum istikharah
Reza de Bhro berkata,
September 14, 2007 pada 9:07 pm
Marwan…. Ente pernah bilang kalo ga bakal jadi auditor kotor ato pejabat koruptor.
Menurut ane…. pilih departemen yang paling bisa menjaga idelisme-mu sekarang ini. Karena kadang kalo udah terjun ke dunia kerja, itu semua bisa ilang. Yang jelas…. pilih sesuai hati nuranimu.
Good luck…
hangga surya prayoga berkata,
September 15, 2007 pada 9:26 pm
selamat bergabung menjadi alumni STAN bo….
fertob berkata,
September 17, 2007 pada 1:21 am
Depkeu saja….
pilihan yang “katanya” paling aman…
mriyandi berkata,
September 21, 2007 pada 12:57 am
@ Don hangga: Iya don makasih nasehatnya
@ Bu endratna: usul ibu sama seperti yang diminta kaka saya pas saya minta sarannya dia…
@ B’arief: terima kasih bang, semoga saya dapat menjalankan seperti yang abang bilang, ditunggu bang kelanjutan tulisan tentang hukum syariah islamnya
@ Apung: iya pung….
@ Bro: Lu juga jangan kelamaan tinggal di singaparna… Indonesia masih butuh tukang bikin chip
@ don hangga: kaya gini ya rasanya jadi alumni, ngak jelas mau ngapain dan diapain ma negara
@ B’fertobs: SIAP bang Saya pilih Depkeu
Akhirnya setelah melalui pemikiran yang lama dan panjang serta Doa2, saya memilih depkeu sbg pilihan pertama, BPK sbg pilihan kedua, dan BPKP sbg pilihan ketiga
fertob berkata,
September 21, 2007 pada 1:18 am
katanya sudah penempatan, dimana akhirnya ditempatkan ?
BPK, BPK-Pratama (BPKP) atau Depkeu ?
azhar berkata,
Oktober 18, 2007 pada 9:16 am
mending klo saya… KELUAR AJA DARI IKATAN DINAS !!! KAYAK SAYA !!!
mending jadi Konsultan, lebih DINAMIS bo !!
mriyandi berkata,
Oktober 26, 2007 pada 4:23 am
@ azhar : terima kasih atas sarannya… Untuk keluar dari ikatan dinas saia harus bayar Rp 30.000.000,- saia sudah rtidak punya petak sawah lagi untuk dijual, jadi mau ngak mau harus kerja dulu…
endjivanhouten berkata,
Nopember 17, 2007 pada 4:43 am
busyet…
seenaknya aja nyuruh keluar..