Civil Servant

Entah kenapa kata-kata Civil Servant yang diucapkan oleh bang Naufal begitu bergema di hati saya. Mungkin karena terhitung semenjak tanggal 19 september 2007 melalui keputusan direktur Sekolah tinggi Akuntansi Negara.. Saya di tetapkan sebagai calon Pegawai Negeri di Departeman Keuangan. Dengan IPK 3,07 saya menempati peringkat 134 dari 142 lulusan spesialisasi Akuntansi Pemerintahan yang ditempatkan di Departemen Keuangan.

Sungguh merupakan kebanggan yang sangat besar bagi saya, keluarga saya dan kerabat-kerabat saya untuk berbakti sebagai penjaga benteng keuangan negara. Ada hal yang sampai saat ini masih saya pikirkan, mengenai bagaimana cara bekerja, mempertahankan idealisme dan prinsip dalam bekerja.

Bagi saya idealisme ibarat sebuah baju yang melekat pada badan kita. Kadang baju tersebut bisa kotor, atau memudar warnanya atau bahkan hilang entah kemana. Adalah Sesuatu yang penting untuk menjaga dan memelihara baju tersebut, sehingga baju itu dapat menjadi sebuah identitas dan kebanggan yang saya miliki. Idealisme ibarat sebuah baju yang harus dijaga dan dipelihara.

Menjadi seorang Pelayan Masyarakat adalah sebuah tantangan. Tantangan yang begitu besar, karena saking besarnya sampai saat ini saya belum mengetahui bagaimana cara menghadapi tantangan itu. Bahkan tantangan apa saja yang akan saya hadapi, saya sama sekali belum dapat mengetahuinya. Ketidaktahuan tersebut menjadi sebuah ketakutan apakah saya mampu dan layak menjadi seorang pelayan yang baik, apakah di kemudian hari saya dapat bertindak dan membuat kebijakan atas nama rakyat, dan apakah saya masih memiliki kebanggan saya dalam bersikap.

Mungkin masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa saya layak atau tidak layak, mampu atau tidak mampu, tetapi satu hal yang pasti. Civil Servant adalah sebuah tantangan, tantangan yang harus di taklukkan, seperti sebuah jeram yang harus dilewati, seperti sebuah sungai yang harus diarungi dan seperti sebuah gunung yang didaki.

11 Komentar

  1. fertob berkata,

    September 21, 2007 pada 1:21 am

    ooo, depkeu akhirnya ya… :) trus nanti penempatan instansinya siapa yang nentuin ? apa bisa milih lagi atau pasrah sama keputusan Biro Kepegawaian Depkeu ?

    Sekarang jadi 3 kali keputusan buat lulusan Akpem ya ?

    1. Penentuan Instansi (BPK, BPKP, Depkeu, dll)
    2. Penentuan instansi internal, kalau Depkeu (Pajak, BC, dlll)
    3. Penempatan di daerah

    ribet ya…

    *kirain civil serpent* :mrgreen:

  2. Reza de Bhro berkata,

    September 21, 2007 pada 6:31 pm

    *Civil Serpent*

    Ular naga pengeruk keuangan negara :P

  3. mriyandi berkata,

    September 22, 2007 pada 9:14 pm

    @ b”fertobs: na itu dia bang… saya lagi di banjarmasin skrg (pulang kampung)… kata anak2 yang ngurusin di jkt. penempatan instansi insyallah di umumkan rabu ini, udah gitu ngak ada mekanisme pemilihan…. Doain aja bang saya dapat yang terbaik…
    @ bro: semoga gw ngak kaya gitu…

  4. doeytea berkata,

    September 24, 2007 pada 2:43 pm

    Tantangan terberat ketika menjadi PNS adalah mempertahankan idealisme ketika masih di kampus dulu di tengah-tengah realita kehidupan yang menuntut kita meninggalkan idealisme itu. Alhamdulillah, tantangan PNS sekarang (terutama di depkeu) tidak seberat dulu.

  5. mriyandi berkata,

    September 24, 2007 pada 9:00 pm

    @ pa Doytea: Terima Kasih atas masukkannya… Semoga saya dapat mempertahankan idealisme saya

  6. arif berkata,

    September 25, 2007 pada 3:18 pm

    kayaknya ’servant’ deh, bukan ’serpant’ .hehehe…. sunda pisan, euy [padahal kalimantan :p]

    yak. selamat berjuang, abdi negara yang baru. moga2 idealismenya tahan lama. tapi harusnya, dengan standar gaji yang jauh lebih baik dari PNS departemen lain, godaan korupsi bisa sedikit ditekan. Ah, sok tau ya, saya :p

  7. Andi berkata,

    Oktober 15, 2007 pada 10:37 pm

    Kak, IPK gak jadi jaminan buat penempatan ya? Apakah IPK tinggi sudah pasti DJP atau gimana, coz kan menurut kata temen2 STAN kayak gitu

  8. endjivanhouten berkata,

    Oktober 19, 2007 pada 9:17 am

    mari berkarya.
    demi bangsa yang lebih baik.
    demi indonesia.

    selamat idul pitri.
    maap jiwaraga.

  9. endjivanhouten berkata,

    Oktober 19, 2007 pada 7:25 pm

    IPK memang jadi jaminan penempatan (begitu khan bang ketua kelas?),
    kalo IPnya dibawah standar yang udah ditentuin ma kampus,
    bisa jadi malah ditempatin di kampus laen,,(benar begitu khan? bang ketua kelas?).
    IPK tinggi sekarang bukan jaminan lagi,setidaknya untuk tahun ini, masih perlu di combine lagi dengan doa dan keberuntungan.(bukankah seperti itu?bang ketua kelas?)

  10. aRfian berkata,

    Oktober 23, 2007 pada 10:54 am

    semangat wan!

    (marwan ketua kelas??? ga salah milih nih :p hehehe)

  11. mriyandi berkata,

    Oktober 26, 2007 pada 4:20 am

    @ arif : udah gw benerin… heheheh jadi malu.
    @ andi : memang bener IPK ngak terlalu jadi jaminan, tiap tahun trennya beda, apalagi pas angkatan saia… dulu yang IPK atas penempatan BAPEPAM, sekarang ngak seperti itu (bukan begitu sodara endji???)
    @ Arfian : peiople changes every time when he/she decides to changes… Percuma donk dapet KnKp kalo ngak diterapin jadi ketua kelas, hahahahah

Tulis sebuah Komentar