“Menggantung Impian”

Kebakaran telah melanda jiwa

adalah impian berupa puncak,

jeram, bahkan kesunyian goa yang terdalam

melambungkan angin

menghidupkan fantasi-fantasi khayalan

laksana bintang di tengah lautan, impian adalah sebuah tujuan…

Jalan semakin terjal, menanjak sampai merangkak,

terbiaskan oleh kabut, semakin larut dan hilang bak deburan ombak

Impianku telah mati gantung diri……

dengan seutas tali diantara langit-langit rumah..

Ya!!! ia telah mati….

Mereka adalah pembunuhnya…

membunuh nyala api dengan kabut dan ombak…

Menghantam dan meng-absurd-kan jejak

membuat dia terpaksa gantung diri dan mati…

sial dengan kalian ombak…

sial dengan kalian kabut….

impian telah mati

jejak telah hilang…

dan arah menjadi semu…

2 Komentar

  1. kaspo berkata,

    Januari 6, 2008 pada 1:57 pm

    Komen saya yg d climate change kena deteksi spam…
    Bisa dmunculin ga tuh?
    Tambah link k blog saya bo…

  2. endjivanhouten berkata,

    Januari 22, 2008 pada 3:40 pm

    ah kau ini.

Tulis sebuah Komentar