Perjalanan Seorang Apunk
Februari 4, 2008 pada 1:16 pm (Cerita Ngak Penting)
Temen gw, yang bernama Abdul Gaffur A Dama aka Apunk (manusia jarang mandi, suka bangun kesiangan, jarang nyuci tapi baik hati dan jarang menabung, karena sering nraktir) telah melakukan perjalanan yang dari kacamatanya dia (halah…) Luuaarrr Biaaasssaaa…!!! Perjalanan dia dari Jakarta yang kebanjiran, landing di surabaya buat ngorok, lanjut ke malang buat makan bakso bakar…. (Padahal disini khan ada tinggal beli bakso trus minta bakarin di warung satenya Pa Mardi) Balik lagi ke Jakarta yang masih kebanjiran. Perjalanan Epik ini ditempuh dalam kurun waktu kurang lebih 3 hari 3 malam (lebih lama biksu tonk bersama genknya mencari kitab suci kebarat). Seperti cerita epik pada umumnya si Apunk mengalami berbagai hambatan dan tantangan, baik yang bersifat tantangan fisik, mental, bathin, lahiriah, jasmaniah, kebulatan tekad, memecahkan rumus integral dan difrensial sampai ketemu “tenaga ahli” (dalam tanda kutip) mabes TNI. Ada juga hambatan yang berasl dari alam, Hujan yang menggelegar, guntur yang deras, kilat yang menyambar, Banjir yang bak bah, Pesawat yang di delay, sampai tragedi teroris yang menyamar menjadi penumpang pesawat… Syukur juga sich hambatan alamnya ngak terlalu berarti, bayangin aja kalo hambatannya berupa ban pesawat yang bocor atau sayap pesawat yang patah gara-gara ketabrak burung Garuda, pasti judulnya bukan Perjalanan Epik seorang Apunk, tetapi Legenda Seorang Apunk… Untuk cerita lengkapnya ada disini
