Temen gw, yang bernama Abdul Gaffur A Dama aka Apunk (manusia jarang mandi, suka bangun kesiangan, jarang nyuci tapi baik hati dan jarang menabung, karena sering nraktir) telah melakukan perjalanan yang dari kacamatanya dia (halah…) Luuaarrr Biaaasssaaa…!!! Perjalanan dia dari Jakarta yang kebanjiran, landing di surabaya buat ngorok, lanjut ke malang buat makan bakso bakar…. (Padahal disini khan ada tinggal beli bakso trus minta bakarin di warung satenya Pa Mardi) Balik lagi ke Jakarta yang masih kebanjiran. Perjalanan Epik ini ditempuh dalam kurun waktu kurang lebih 3 hari 3 malam (lebih lama biksu tonk bersama genknya mencari kitab suci kebarat). Seperti cerita epik pada umumnya si Apunk mengalami berbagai hambatan dan tantangan, baik yang bersifat tantangan fisik, mental, bathin, lahiriah, jasmaniah, kebulatan tekad, memecahkan rumus integral dan difrensial sampai ketemu “tenaga ahli” (dalam tanda kutip) mabes TNI. Ada juga hambatan yang berasl dari alam, Hujan yang menggelegar, guntur yang deras, kilat yang menyambar, Banjir yang bak bah, Pesawat yang di delay, sampai tragedi teroris yang menyamar menjadi penumpang pesawat… Syukur juga sich hambatan alamnya ngak terlalu berarti, bayangin aja kalo hambatannya berupa ban pesawat yang bocor atau sayap pesawat yang patah gara-gara ketabrak burung Garuda, pasti judulnya bukan Perjalanan Epik seorang Apunk, tetapi Legenda Seorang Apunk… Untuk cerita lengkapnya ada disini
Lalu hikmah apa yang dapat diambil dari Perjalanan Epik Seorang Apunk?
1. Worthed ngak sich?? Lu terbang bt nyamperin seorang cewe just to met her, just to chit chat with her, and gave her a …. and after that, took her pothographs as an immortal memory for accompanying your day???
2. Si cewe emank fabouleus, memang charmed, and georgeous, but I still can understand, why he act as crazy like that???
So buat para pecinta blog gw silahkan beri komentar anda????

apung berkata,
Februari 4, 2008 pada 9:25 pm
buset! dibahas disini.. salah kaprah pula…
1. worthed! karena gue ada kepentingan ngasih dokumen dan numeric pad
2. masalah fabouleus, charmed, dan georgeous, yah terserah lah.. lu kan yang nilai, tapi gue gak berlaku gila kok, liat poin satu..
btw, kerja lu.. ntar ga diangkat baru tau.. dasar marwan! makanya jangan keingetan SANTI terus… mending sama Kinoy.. ato yang anak STIS itu.. tentukan arah wan! sekarang elu dah di kandang badak, mau kemana? gede atau pangrango?
kobo berkata,
Februari 4, 2008 pada 11:07 pm
gw turun aja ah…
Ke cibodas… mau liat air terjun di Cebereum ma jembatan kayu yang eksotis
satrio berkata,
Februari 5, 2008 pada 1:15 pm
Wan, buat gw tindakannya Apung gak gila. kenapa?
karena gw pernah ngelakuin yang lebih gila.
sengaja ujian D4 di jakarta biar bisa ketemu Icha dan ternyata gak lulus.
lo gak tau aja berapa duit yang udah keluar buat stay gw 2 minggu di jakarta waktu itu..
apung berkata,
Februari 5, 2008 pada 9:25 pm
@satrio: nginep di hotel mana emang waktu itu sat?
Dikkyz berkata,
Maret 10, 2008 pada 3:46 pm
Kelihatannya Kobo ini harus belajar tentang CINTA. Tapi kita nggak bisa belajar dari buku teks, cuma dari pengalaman, ya kaya si Apung itu. Yang bener mana sih, cinta membuat gila, atau gila membuat jatuh cinta? Kalau Apung sih, yang kedua ya.
kalangkabut berkata,
Maret 22, 2008 pada 11:29 am
kalian belum gila.
“yo opo ora, sat??? satrio???”
conandole berkata,
Maret 27, 2008 pada 5:21 pm
wueh…
petualang rupanya…
lam kenal…
Dikkyz berkata,
April 1, 2008 pada 6:38 pm
Komentar saya: Kenapa ya blognya gak diupdate2?? Cheers.
Reza de Bhro berkata,
Mei 18, 2008 pada 6:08 pm
hahaha….. kayak ente ga pernah tergila2 ama cewe aja wan…
Stoned College Management berkata,
Februari 20, 2009 pada 4:12 pm
haloo bung..hahahah
cuma mau info ni, kpn2 mampir dong ke radio online kita..heheeh kita sering mengadakan lomba lho buat para blogger..
ok sukses n cheersz