Wah.. Akhirnya setelah hiatus hampir satu bulan lebih, saya kembali mengisi blog ini dengan tulisan. Sebenarnya ngak ada alasan yang pasti kenapa saya hiatus selama ini, cuman lagi ngak kepengen nulis aja. Lagi jenuh mungkin atau malah lagi mencari inspirasi??? Kayanya ngak juga saya malah bingung kalo jawabannya mencari inspirasi, mau dicari kemana itu inspirasi…
Ditulisan saya kali ini, saya akan menceritakan tentang seorang wanita (lagi-lagi wanita halah), rekan kerja saya di kantor. Dia mungkin bisa dikatakan cantik dengan rambut yang sebahu dan mata yang indah (ini kata teman saya lho.. Suer ini kata temen saya). Untuk selanjutnya kita sebut saja dia dengan “wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah”. Kenapa kelihatan cantik ketika memakai bando merah??? Karena bagi saya yang penyuka warna merah, wanita yang memakai segala sesuatu yang berwarna merah selalu kelihatan lebih mempesona dan menarik seperti temen saya yang satu ini.
Baik!!!!!!! Ceritanya begini… Pada suatu siang hari yang panas (serius.. Jakarta siang itu kerasa panas banget) kami bertiga, (saya, tokoh figuran yang ngak penting buat di ceritain, dan dia si wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah) makan di sebuah rumah makan di bilangan jakarta pusat. Sungguh tidak ada rencana sebelumnya bagi kami untuk makan bareng. Kejadian ini hanya merupakan sebuah kebetulan yang sama sekali tidak disengaja. Sembari kita menikmati sebuah santap siang, kami mengobrol ngalur ngidul (baca ngegosip) mulai dari isu penempatan, rapelan dll. Sampai akhirnya pembicaraan mengarah ke satu topik, yaitu penilaian saya terhadap dia si wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah. Saya menilai dia sebagai seorang wanita penuh muslihat.
Saya dapat menilai demikian berdasarkan interaksi kami sehari-hari yang terjadi dikantor maupun diluar kantor. Dia sebagai seorang wanita apabila ditanya selalu saja mengeluarkan jawaban (baik secara sadar maupun tidak sadar) yang ngambang… Misalnya ketika ditanya “kamu dah makan???” maka dia akan menjawab “ntar” sehingga orang yang menerima jawaban dari dia harus berpikir berkali-kali untuk menterjemahkan maksud dari jawaban it, apakah dia mau makan ngak ya??? kalo mau kapan ya kira-kira makannya??? Selain itu dia berusaha menutupi segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya, mungkin (ini masih dalam asumsi saya) jika dia menyukai seorang lelaki maka dia tidak akan menujukkan perasaannya dengan lelaki tersebut bahkan mungkin (masih mungkin lho ya..) dia akan berusaha menutupi perasaannya, maka dengan penilaian saya yang sperti ini jadilah dia sebagai wanita yang penuh muslihat dimata saya….
Ceritanya berlanjut ketika saya mengeluarkan statement seperti itu… Dia dengan berbagai alasan menolak pendapat saya (ya iyalah masa ada cewe ada yang nerima di nilai kaya gitu…) Bahkan dengan tatapan membunuhnya, dia mencoba meyakinkan saya bahwa penilaian saya tidak fair karena saya hanya melihat di satu sisi, entah sisi yang mana atas, bawah, samping, depan ato belakang.. dia ngak menjelaskan lebih lanjut… so… setelah kita sedikit berdebat akhirnya kami berdamai melalui media gtalk dan saya mengakui bahwa saya salah karena hanya menilai dia hanya pada satu sisi…. Bahwa saya melupakan sisi yang lain yang penting dari dia wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah, yaitu perasaannya, saya tahu dan sadar belakangan bahwa ketika saya menggunakan kata “penuh muslihat”, saya melukai perasaannya, oleh karena itu melalui media ini saya memnita maaf kepada dia…
Karena saya hanya menggunakan kacamata dari satu sisi, maka tujuan utama dari penilaian saya adalah untuk mengingatkan dia atau mengoreksi dia, tidak tercapai, sama sekali tidak tercapai. Seharusnya saya sebagai cowo yang cerdas (ini menurut wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah itu lho.. bukan menurut saya) dapat menggunakan diksi lain selain penuh muslihat, misalnya wanita yang sulit untuk ditebak karena kata-kata dia selalu penuh makna atau kalimat-kalimat lain yang tidak se-vulgar dan sekasar penuh muslihat tersebut
Berbicara tentang penilaian, dia (wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah) juga mengatakan bahwa penilaian saya bersifat subjektif, sekarang muncul pertanyaan dipikiran saya, apakah penilaian itu harus selalu bersifat objektif??? saya pikir tidak juga. Penilaian Seorang A terhadap sesuatu B atau penilaian seorang A terhadap si B, maka yang akan kita tanyakan adalah unsur-unsur penilaian yang dimiliki oleh si A sebagai seorang individu seperti seleranya si A, kesukaannya, sudut pandangnya dan hal-hal lain yang menjadi dasar penilaian bagi si A, oleh karena itulah suatu penilaian tidak bisa lepas dari unsur subjektif penilainya dan unsur-unsur penilai itulah yang menjadi harga atau image atau apapun satuannya bagi yang dinilai.
So penilaian saya terhadap dia tidak salah, hanya cara menyampaikannya saja yang salah… Maafkan saya dan semoga kamu wahai wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah dapat menerima penilaian saya dan jika menurut kamu saya salah telah menilaimu seperti itu,,, maka buktikanlah bahwa saya salah (walaupun tidak kepada saya) maka saya akan berbesar hati meminta maaf kepada mu…

wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah.....(aq gag yakin soal ini) berkata,
Juni 12, 2008 pada 12:28 pm
buaT temenq yg nuLis bLog ini….aq mw ngasi comment:
1. ThanKs km dah mw ngasi penilaian ’bout me sampai kayak gini..i’m really appreciated it!!(diluar soal bando merah…:-))
2. Masalah penilaian kamu itu…sebelumnya aq mau minta maaP karena terbawa emosi..setelah kupikir2 (akhirnya dipikirin juga)..setiap org berhak buat menilai org lain..dan ga da kata salah atau benar dari sebuah penilaian, selama kamu menyebutnya sebagai bagian dari penilaianmu bukan sebagai fakta yg kamu ingin org lain meyakini kebenarannya.
(itu kata dosenq..aq belajar di mata kul penilaian..because i’m an appraiser)..dan aq ngaku salah karena emosi..penilaian itu emg subjektip dan selamanya ga khan bs objektip..
jd..apapun penilaian kamu tentang aq..aq terima dengan lapang dada..
itu jadi masukan berharga yg mungkin ga bs aq temukan dengan org lain.
bahwa ternyata ada org yang menganggapq seperti itu..”penuh tipu muslihat”..ga masalah koq…
bs buat introspeksi diri..
cm mungkin sedikit shock dengan pemilihan kata2 “tipu muslihat” itu..kesannya kejam aja..:-P
tp aq menghargai kejujuranmu dalam menilai aq..
aq gag perlu melakukan pembelaan apa2 koq…
karena ga da yg harus dibela atau disalahkan..jadi kamu gag salah…atau penilaianmu salah..
3. dalam hal ini kamu sebgai seorg penilai,cm perlu asumsi dan pembatas yg menjelaskan kenapa kamu bisa menghasilkan penilaian seperti itu..
kamu udah menjelaskan dengan kecenderungan jawaban “ntar” kalo ditanya “udah makan blum??”
kamu liat itu dari sisi bahwa kamu menganggap cewe itu mengerti bahwa selanjutnya akan membuat org bertanya2 “apakah dia mau makan ya??ato kapan kira2 dy mw makan??”
gmn klo ternyata cewe itu bener2 ngejawab “ntar” (dengan sadar), karena dy sendiri bingung…”dy mw makan apa ga y??” tanpa maksud ap2..tanpa “tipu muslihat” seperti katamu tadi..
think ’bout that..!!
that’s it…
overall thank’s u so much..that what friends are for!!
aq semakin yakin kamu emg cerdas!!!
^_^
endjivanhouten berkata,
Juni 12, 2008 pada 1:28 pm
apa benar cantik?
kasi liat ke saia dulu dong harusnya.
mriyandi berkata,
Juni 12, 2008 pada 1:46 pm
@ wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah…
Thanks ya permintaan maaf gw dah diterima… It means a lot
@ endjivanhouten perasaan lu sering liat dech… cuman sayangnya pas makai bando merah lu ngak pernah ngeliat dia
Ircham berkata,
Juni 20, 2008 pada 11:09 am
hmmmm
itulah yang namanya first impression kawan…
saya juga merasakannya, kita, semua orang, karena hanya orang yang benar2 mengenal kita yang akan secara objektif menilai diri kita…
ari berkata,
Agustus 31, 2008 pada 12:24 pm
“Ceritanya berlanjut ketika saya mengeluarkan statement seperti itu”…
man, i cant believe you actually did that… you’re lucky to get away with it..
hanung665 berkata,
Oktober 4, 2008 pada 9:04 am
aah..paling2 juga
wanitalaki-laki berbando merah..:-”-si 665-
mriyandi berkata,
Oktober 6, 2008 pada 6:05 pm
@ Mas 665 :
perasan kamu dech yang nongkrong ma pria berchasing wanita di luwuk sana…
wakakakkakakkakak!!!!!!!!!!!
tapi ini diantara kita aja mas… beneran lo dia wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah… tetapi belakangan saya baru sadar bahwa dia memang cantik dengan atau tanpa bando merah…
hehehhehe
Anak Muda berkata,
November 16, 2008 pada 6:19 pm
jia elah…..sampe ada klarifikasi kemudian tanggapan dari si cewek……MANTAP dah…
kayaknya ni artikel dan coment hanya untuk 2 orang yang terkait hix..ix..
Satu kesimpulan dari artikel diatas : gak perlu pake judul “wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah” intinya “Loe Tertarik dan Suka ma dia”, betul gak bro ??…..
dan untuk komentar dari si cewek, yang perlu digaris bawahi ini : “aq semakin yakin kamu emg cerdas!!!” => ini dia tanda-tanda dah saling jatuh kelumpur asmara….halah ha..ha..ha..setuju banget gw…
mriyandi berkata,
Januari 15, 2009 pada 1:45 pm
Hahahhahaha
ngak kok… bukan cuman buat berdua… nie artikel buat dibaca rame-rame….