Cerita tentang Wanita yang Kelihatan Cantik Ketika Memakai Bando Merah

Wah.. Akhirnya setelah hiatus hampir satu bulan lebih, saya kembali mengisi blog ini dengan tulisan. Sebenarnya ngak ada alasan yang pasti kenapa saya hiatus selama ini, cuman lagi ngak kepengen nulis aja. Lagi jenuh mungkin atau malah lagi mencari inspirasi??? Kayanya ngak juga saya malah bingung kalo jawabannya mencari inspirasi, mau dicari kemana itu inspirasi…

Ditulisan saya kali ini, saya akan menceritakan tentang seorang wanita (lagi-lagi wanita halah), rekan kerja saya di kantor. Dia mungkin bisa dikatakan cantik dengan rambut yang sebahu dan mata yang indah (ini kata teman saya lho.. Suer ini kata temen saya).  Untuk selanjutnya kita sebut saja dia dengan “wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah”. Kenapa kelihatan cantik ketika memakai bando merah??? Karena bagi saya yang penyuka warna merah, wanita yang memakai segala sesuatu yang berwarna merah selalu kelihatan lebih mempesona dan menarik seperti temen saya yang satu ini.

Baik!!!!!!! Ceritanya begini… Pada suatu siang hari yang panas (serius.. Jakarta siang itu kerasa panas banget) kami bertiga, (saya, tokoh figuran yang ngak penting buat di ceritain, dan dia si wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah) makan di sebuah rumah makan di bilangan jakarta pusat. Sungguh tidak ada rencana sebelumnya bagi kami untuk makan bareng. Kejadian ini hanya merupakan sebuah kebetulan yang sama sekali tidak disengaja. Sembari kita menikmati sebuah santap siang, kami mengobrol ngalur ngidul (baca ngegosip) mulai dari isu penempatan, rapelan dll. Sampai akhirnya pembicaraan mengarah ke satu topik, yaitu penilaian saya terhadap dia si wanita yang kelihatan cantik ketika memakai bando merah. Saya menilai dia sebagai seorang wanita penuh muslihat.

Baca entri selengkapnya »

Alumni STAN Peduli Buku

Buku yang di belikegiatan “Alumi STAN Peduli Buku” dilatarbelakangi oleh sebuah buku keren bejudul “Leaving Microsoff To Change The World” yang ditulis oleh John Wood. Buku tersebut sangat Inspiring sungguh. Tujuan dari kegiatan ini sebenarnya simple sangat, hanya ingin merubah keadaan perpustakaan kampus STAN yang sangat minim koleksi bukunya. Buku-buku yang dimiliki pun hanya berkisar tentang accounting, finance, auditing, pajak, Bea cukai, peanggaran negara, keuangan publik atau turunan-turunannya dari kategori-kategori buku diatas. Bahkan tahun terbitan buku-buku tersebut sangat lama berkisar diantara tahun 1990-2000 sangat jarang buku yang terbitan diatas tahun 2000an.
Alumni STAN Peduli Buku diprakarsai oleh segelintir alumni yang masih peduli dengan kondisi almamater tercinta. Alumni-alumni tersebut adalah Yond Rizal, Wahyudi, Buchori Nahar, Bustanul Maftuhin, Jatmiko E Suminar, Indra Jabrix, Ginanjar P.B, Abdul Gaffur A Dama, Jauhari Agung, Hangga S.P dan alumni-alumni lain yang banyak memberikan saran dan bantuan. Kerja keroyokan oleh para alumni ini menunjukkan semangat persaudaraan dalam ikatan alumni sebagai bentuk rasa terima kasih terhadap almamater yang telah berjasa didalam pembentukan karakter dan pendidikan.

Baca entri selengkapnya »

Perjalanan Seorang Apunk

Temen gw, yang bernama Abdul Gaffur A Dama aka Apunk (manusia jarang mandi, suka bangun kesiangan, jarang nyuci tapi baik hati dan jarang menabung, karena sering nraktir) telah melakukan perjalanan yang dari kacamatanya dia (halah…) Luuaarrr Biaaasssaaa…!!! Perjalanan dia dari Jakarta yang kebanjiran, landing di surabaya buat ngorok, lanjut ke malang buat makan bakso bakar…. (Padahal disini khan ada tinggal beli bakso trus minta bakarin di warung satenya Pa Mardi) Balik lagi ke Jakarta yang masih kebanjiran. Perjalanan Epik ini ditempuh dalam kurun waktu kurang lebih 3 hari 3 malam (lebih lama biksu tonk bersama genknya mencari kitab suci kebarat). Seperti cerita epik pada umumnya si Apunk mengalami berbagai hambatan dan tantangan, baik yang bersifat tantangan fisik, mental, bathin, lahiriah, jasmaniah, kebulatan tekad, memecahkan rumus integral dan difrensial sampai ketemu “tenaga ahli” (dalam tanda kutip) mabes TNI. Ada juga hambatan yang berasl dari alam, Hujan yang menggelegar, guntur yang deras, kilat yang menyambar, Banjir yang bak bah, Pesawat yang di delay, sampai tragedi teroris yang menyamar menjadi penumpang pesawat… Syukur juga sich hambatan alamnya ngak terlalu berarti, bayangin aja kalo hambatannya berupa ban pesawat yang bocor atau sayap pesawat yang patah gara-gara ketabrak burung Garuda, pasti judulnya bukan Perjalanan Epik seorang Apunk, tetapi Legenda Seorang Apunk… Untuk cerita lengkapnya ada disini

Baca entri selengkapnya »