Happy Birthday Ma….

Tepat tanggal 12 Juni 2008 yang lalu, Nyokap gw berulang tahun yang ke 50… Ngak terasa ternyata beliau sudah tua dan usianya sudah mencapai setengah abad.. Selamat ulang tahun mama… semoga panjang umur dan sehat selalu. amien…

Gw mikir, selama 50 tahun hidupnya, selama 22 tahun belakangan ini, dia selau ngerawat gw dengan baik, mngasi makan gw, beliin gw susu, nyuciin baju gw, mensupport gw, dll hal lainnya yang ngak mungkin gw sebutin satu-satu disini, tapi apakah dalam rentang waktu itu dia pernah mengeluh, kecewa, terluka dan terjatuh karena gw??? Atau pernahkah dia merasa bangga karena gw, senang karena gw, bahagia karena gw bahagia, bangun untuk sholat malam karena mengkhawatirkan gw, … Dan gw tau pasti jawabannya adalah ya… dia pernah melakukan semuanya….

Lalu ketika gw melihat ke dalam cermin, melihat ke diri gw, apakah gw pernah melakukan hal yang sama buat mama??? pernah menangis buat dia, bahagia karena dia bahagia, sholat malam karena khawatir akan kesehatannya??? Jawabnya adalah enggak, gw sama sekali belum pernah melakukan itu semua… Padahal selama 7 tahun belakangan ini gw sudah meninggalkan dia merantau ke jawa, demi masa depan, betapa naif alasan itu.
Baca entri selengkapnya »

“Menggantung Impian”

Kebakaran telah melanda jiwa

adalah impian berupa puncak,

jeram, bahkan kesunyian goa yang terdalam

melambungkan angin

menghidupkan fantasi-fantasi khayalan

laksana bintang di tengah lautan, impian adalah sebuah tujuan…

Jalan semakin terjal, menanjak sampai merangkak,

terbiaskan oleh kabut, semakin larut dan hilang bak deburan ombak

Impianku telah mati gantung diri……

dengan seutas tali diantara langit-langit rumah..

Ya!!! ia telah mati….

Mereka adalah pembunuhnya…

membunuh nyala api dengan kabut dan ombak…

Menghantam dan meng-absurd-kan jejak

membuat dia terpaksa gantung diri dan mati…

sial dengan kalian ombak…

sial dengan kalian kabut….

impian telah mati

jejak telah hilang…

dan arah menjadi semu…

Babak Baru Kehidupan

Sebuah babak baru kehidupan akan dimulai

Dengan meninggalkan babak yang lama…

Sahabat menjadi terbagi, Kekasih akan berpisah

Terasa seperti angin yang menggugurkan dedaunan

Jatuh dan berganti dengan dedaunan yang lain.

Ombak pun akan berpisah dengan lautan

dan akan berjumpa dengan pantai.

Kehidupan pun berjalan demikian,

Seperti dedaunan yang berguguran dan ombak yang beriak

Akan berjalan bersama angin dan bertemu dengan pantai.

Sudah lama angin merasakan dahaga…

bukan karena lelah, tetapi karena cinta

mencintai mereka para dedaunan dan lautan yang maha luas.

dan angin pun berkata ’sampai jumpa aku rindu kalian semua’