September 21, 2007 pada 12:51 am (Aku berpikir maka Aku ada)
Entah kenapa kata-kata Civil Servant yang diucapkan oleh bang Naufal begitu bergema di hati saya. Mungkin karena terhitung semenjak tanggal 19 september 2007 melalui keputusan direktur Sekolah tinggi Akuntansi Negara.. Saya di tetapkan sebagai calon Pegawai Negeri di Departeman Keuangan. Dengan IPK 3,07 saya menempati peringkat 134 dari 142 lulusan spesialisasi Akuntansi Pemerintahan yang ditempatkan di Departemen Keuangan.
Sungguh merupakan kebanggan yang sangat besar bagi saya, keluarga saya dan kerabat-kerabat saya untuk berbakti sebagai penjaga benteng keuangan negara. Ada hal yang sampai saat ini masih saya pikirkan, mengenai bagaimana cara bekerja, mempertahankan idealisme dan prinsip dalam bekerja.
Baca entri selengkapnya »
11 Comments
September 3, 2007 pada 6:32 am (Pertanyaan2 gw)
Setelah pusing menghadapi ujian Komprehensif tertulis, Saat ini mahasiswa tingkat III Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) spesialisasi Akuntansi Pemerintahan kembali dipusingkan oleh formulir pemilihan instansi.
Pusing karena pilihan yang diberikan semuanya bagus-bagus, mahasiswa tingkat III diharuskan memilih 3 pilihan dari 3 pilihan yang ada berdasarkan skala priortas yang kami ingingkan. Hal ini disebabkan oleh dikeluarkannya Permenkeu No 18 Tahun 2007. Sebelum permenkeu ini diterbitkan, mahasiswa tingkat III diharuskan memilih 3 pilihan dari sekitar 7 sampai 9 pilihan, karena depkeu dirunut lagi sampai ke tingkat eselon satu, seperti Direktorat Jenderal Perpajakan, Direktorat Pelaksana Anggaran, dan direktorat-direktorat lainnya. sedangkan untuk saat ini hanya ada 3 pilihan. Pilihan-pilihan tersebut adalah:
1. Departemen Keuangan
Depkeu dengan renumerisasinya cukup mengiurkan, apalagi prospek karir kedepan yang cukup menjanjikan dan mayoritas lulusan STAN memang masuk ke departemen keuangan. Kekurangan dari bekerja di departemen keuangan adalah kesempatan sekolah yang dibatasi dan peraturan-peraturan pelaksana yang sangat tidak menguntungkan bagi para PNS berNIP 06 yang tugas belajar.
2. Badan Pemeriksa Keuangan.
BPK sebagai lembaga tinggi negara memiliki kekuatan yang luar biasa dalam melakukan audit, hal ini menjadi salah satu daya tarik BPK untuk dimasuki, daya tarik yang lainnya adalah kesempatan belajar yang sangat terbuka lebar bagi para PNS BPK, walaupun BPK sebagai lembaga tinggi negara, tetapi penghasilan yang ditawarkan masih sangat rendah dibandingkan dengan renumerisasinya depkeu. Penghasilan tersebut tidak sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab yang diemban oleh para auditor BPK.
3. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan
Menurut Saya, BPKP kurang diminati oleh mahasiswa tingkat III. Hal ini disebabkan karena semakin kecilnya ruang lingkup pemeriksaan, tetapi kesempatan yang diberikan untuk melanjutkan pendidkan lebih terbuka jika dibandingkan dengan Depkeu. dari segi penghasilan BPKP masih berada jauh dibawah depkeu.
Baca entri selengkapnya »
12 Comments
Agustus 17, 2007 pada 7:03 am (Aku berpikir maka Aku ada, Pemikiran gw)
Saat ini Indonesia telah berumur 62 tahun. Kalau indonesia adalah umat Nabi Muhammad SAW. Maka ia pastilah sudah sangat tua. Idealnya umur seorang umat Muhammad adalah 63 tahun. Itu berarti Indonesia sudah hampir mendaki akhir usianya. Indonesia bukan seorang manusia, Indonesia juga bukan umat Nabi Muhammad, Tapi Indonesia memang semakin mendekati ajalnya. Ajal sebagai sebuah bangsa. Indonesia adalah sebuah bangsa yang lahir 62 tahun silam. Selama perjalannya dia telah sakit berkali-kali. Di usianya yang masih sangat muda, dia sakit karena tragedi G30S PKI dan krisis moneter, sakit karena gerakan ganyang Malaysia, dan sakit lagi karena krisis moneter di asia.
Sekarang, apakah ia telah bangkit? Telah bangkit atas keterpurukan di masa lalu?
Baca entri selengkapnya »
8 Comments
Agustus 13, 2007 pada 10:23 pm (Aku berpikir maka Aku ada, Pemikiran gw)
Menurut GRI (Global Reporting Initiative) sustainable development adalah bagaimana cara memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mempertimbangkan kebutuhan dimasa yang akan datang. Sustainable sendiri dalam Bahasa Indonesia artinya berkelanjutan sehingga Sustainable Development adalah suatu pembangunan yang berkelanjutan. Pada Top class company, sustainable development sudah diharuskan, karena untuk suatu perusahaan setingkat mereka, pola pikir para manajemen bukan hanya bagaimana cara mencari profit sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana cara perusahaan agar dapat bertahan (sustain). Contohnya adalah suatu perusahaan mempunyai program selama lima tahun mendatang, program tersebut adalah bagaimana agar perusahaan dapat merebut pangsa pasar di asia, khususnya asia tenggara, maka perusahaan akan membuat proker dalam satu tahun agar mendukung program lima tahun mereka.
Baca entri selengkapnya »
4 Comments
Juli 29, 2007 pada 12:46 am (My LifeStyle)
Akhirnya setelah satu minggu memasuki dunia kerja…
Weekend telah tiba. Horray… Horray…
Rencana weekend minggu ini…
Sabtu maen fustal amal di planet futsal AXC kelapa gading
Minggu survey ke situ gunung bt camping remaja masjid naek motor ma mitna. (jalan-jalan dan berusaha ngelupain ******)
Minggu depan enaknya kemana ya???
Naek gunung kah???
Arung jeramkah???
ato sekedar nonton DVD di kamar tercinta???
4 Comments
Juli 25, 2007 pada 11:59 pm (Aku berpikir maka Aku ada, Pertanyaan2 gw)
Akhirnya hari ini aku berkunjung kedunia
Melintasi gang-gang kecil dengan selokan kotor dan mampet
dikiri kananku. Melihat rumah berdinding seng dan beratap genteng.
ada anak kecil dengan hidung berlendir dipojok jalan. dia tertawa dengan riangnya
bermain dan menikmati masanya
Lalu aku bertemu mesjid yang kecil itu, tidak dia ternyata tidak kecil
Baca entri selengkapnya »
Comments
Juli 25, 2007 pada 12:17 am (Aku berpikir maka Aku ada, Pertanyaan2 gw)
Apa yang lu pikirin ketika lu sedang berada di kantor yang terletak pada lantai paling atas dan ngelihat keluar?
Apa yang lu pikirin ketika lu melihat orang2 diluar gedung berjalan
bagaikan semut yang kecil, kepanasan dan berdesak-desakkan
sementara lu lagi dikantor kedinginan karena AC?
Apa yang lu pikirin ketika lu ngelihat masjid dan musholla di kejauhan
dan mereka berada dibawah lu, kecil dan tertutupi oleh gedung-gedung yang megah?
Apakah lu ngerasa bahwa lu hebat?
apakah lu ngerasa bahwa lu berada didunia yang berbeda?
atau malah lu ngak ngerasain apa-apa? Baca entri selengkapnya »
1 Comments
Juli 23, 2007 pada 6:36 pm (Curhat2an, My LifeStyle)
kenapa ya…. setiap kali kita memasuki dunia baru dalam hidup kita, kita selalu grogy, gugup, panik, dan keluar keringat dingin. Hari ini, hari pertama gw magang di Bakrie Brothers. Gugup pertama kali ketemu ma trainer gw disitu. Wajar ngak sich kita gugup ketika kita pertama kali ngehadapin sesuatu yang baru????
4 Comments
Juli 22, 2007 pada 8:20 pm (Romantic Rhapsody)
Gw baru nyadar beberapa hari lalu, ternyata temen deket gw lagi deket ma cewe yang dulu pernah deket banget ma gw. cewe yang pernah dan ***** gw sayang… Ironis banget, kenapa??? Banyak banget hal yang terjadi antara gw dan dia, kenangan-kenangan indah ma dia, waktu yang dilalui bareng2… masa-masa kaya gitu begitu …… (gw bingnung mesti make kata apa bt ngedeskripsikannya).
Dulu kita memutuskan untuk saling menjauh karena sebuah perbedaan, dan gw pun belajar bt kehilngan dia, belajar untuk memaknai kata-kata “manusia itu ngak pernah benar2 memiliki jadi seharusnya ngak pernah benar2 ngerasa kehilangan”. cuman gw ngak ngerti, dia deket ma temen gw yang sepaham ma gw.
Entahlah. . . .
Gw ngak tau harus senang ato sedih, senang karena dia dah punya someone new dan moga aja shabat gw itu yang terbaik bt dia, sedih karena dia ngak konsisten ma perkataanya…
“Life must go on with or without her”
7 Comments
Juli 22, 2007 pada 7:43 pm (Buku yang gw baca, Ngebacot ngak jelas, Pemikiran gw)
Buku ini baru beberapa halaman gw baca. Baru beberapa teorynya do’i yang gw ngerti, Lumyanlah bt berat2rin tas. Seru juga ngebaca pemikiran dia terutama bot teor refleksivitas. Jadi ceritanya gini, menurut do’i ada hubungan antara keadaan lingkungan dan pola pikir. kedua hal ini saling mempengaruhi kaya aski reaksinya difisika, cuman ngak sama persis kaya gitu. om george soros bilang bahwa pemikiran seseorang mempengaruhi lingungan disekitarnya dan lingkungan yang berubah itu juga mempengaruhi pemikirannya. Oleh karena itu teory ini disebut teory refleksivitas. contoh di kehidupan nyata yang dapat gw ambil tu kaya gini. Dulu di kampus gw ngak ada hotspot, trus beberapa orang mikir gimana kampus biar ada hotspotnya. Setelah ada hotspot mereka nyadar, ternyata yang bisa akses ke internet baru sebagian orang (yang punya laptop doang) akhirnya mereka mikir gimana caranya agar anak kampus pada punya lapatop, ya.. ngak usah bagus2lah yang biasa aja yang penting murah dan bisa akses internet. pemikiran mereka dipengaruhi keadaan kampus (ngak ada hotspot) trus keadaan kampus dipengaruhi oleh pemikiran mereka (adanya hotspot) kaya gitu sich yang gw tangkap bot teori ini.
Teori kedua yang gw baca tentang partispian VS pengamat. partisipan itu gw ibaratkan kaya seseorang yang berada di suatu lingkaran (lingkungan) dimana dia merasa bagian dari lingkungan tersebut. sementara pengamat adalah seseorang yang merasa berada diluar lingkaran dan dia hanya mengamati lingkaran tersebut dan tidak mau untuk mengubah lingkaran itu. Bedanya apa., selain yang gw ceritain diatas, para partisipan selalu berpikir dan berusaha mengambil suatu tindakan Real (nyata) untuk merubah lingkaran mereka. sedangkan para pengamat hanya bersifat melihat tanpa adanya keinginan untuk merubah lingkaran tersebut karena (menurut gw) mereka ngak ngerasa bahwa mereka bagian dari lingkaran itu.
Selain itu Uncle George berpendapat bahwa saat ini ilmu pengetahuan semakin bertolak belakang dengan realitas yang ada. dalam hal ini dia menggunakan contoh teori pasar bebas, ternyata pasar bebas tidak memberikan solusi atas permasalahan ekonomi majro yang ada saat ini, menurut pasar bebas perekonomian diserahkan kepada pasar, tingkat harga ditentukan oleh pasar (benerin kalo gw salah). lalu… realita yang ada apa??? pengangguran masih banyak, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin, memang tidak sepenuhnya kesalahan pasar bebas, tetapi dalam hal ini prinsip perekonomian pasar bebas memberikan andil yang cukup besar, pertanyaan selanjutnya kenapa bisa seperti ini dan bagaimana solusinya???
menurut gw hal ini disebabkan oleh karena masyarakat dunia mayoritas berada dalam kemapanan sosial yang tinggi (kemapanan sosial yang tinggi=pendapatan perkapita yang gede, pendidikan yang layak dan mudah, akses informasi yang luas, dll) na… karena masyarakat pada umumnya merasa sudah comfort ato nyaman, maka mereka takut ato menolak pemikiran bahwa sebenarnya mereka itu berada dalam kemapanan yang rawan, artinya pemahaman ato prinsip ato yang lebih ekstrim “perubahan” ditolak oleh mereka. karena logikanya ngapain gw berubah kan kaya gini aja udah nyaman…
Baru segini nich yang gw dapet dari buku itu, banyak banget yang belum gw baca.. Masih bab satu sich… Jadi ntar kalo da lanjutannya gw obrolin disini…
2 Comments